Jangan anggap Remeh Bisul pada Kulit – Adanya bisul pada kulit bisa sangat mengganggu karena setiap sentuhan terasa perih. Infeksi kulit ini terjadi pada folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit, yang kemudian menimbulkan bintil berisi nanah.

Jangan anggap Remeh Bisul pada Kulit

Dalam kebanyakan kasus, bisul akan pecah dan kemudian sembuh dengan sendirinya. Namun, bukan berarti infeksi kulit ini bisa dianggap enteng. Perlu Anda ketahui tanda-tanda bisul harus diperiksakan ke dokter. Yuk simak pembahasan nya lebih lanjut!

Perawatan medis oleh dokter sebenarnya jarang diperlukan untuk bisul. Anda bisa melakukan perawatan sendiri di rumah, dengan mengoleskan kompres hangat pada area bisul. Namun, ada kalanya bisul juga memerlukan perawatan medis khusus.

Apalagi jika muncul lebih dari satu bisul secara bersamaan, atau disertai gejala berikut:

  • Bisul muncul di wajah.
  • Mengalami demam dan kedinginan.
  • Diameter bisul lebih dari 5 sentimeter.
  • Bisul tidak sembuh dalam dua minggu.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Muncul garis-garis atau kemerahan pada kulit sekitar bisul.
  • Rasa sakit akibat bisul semakin parah atau sangat menyakitkan.
  • Anda menderita diabetes, murmur jantung, sistem kekebalan yang terganggu, atau sedang minum obat yang melemahkan sistem kekebalan Anda dan memiliki borok kulit.

Jika Anda mengalami maag dengan tanda-tanda yang disebutkan di atas, sebaiknya segera gunakan aplikasi kesehatan untuk berkonsultasi atau bertanya mengenai biaya medical check up dengan dokter Anda. Kemudian, Anda juga dapat membeli obat-obatan yang diresepkan oleh dokter Anda melalui aplikasi.

Jika infeksi telah menyebar ke jaringan yang lebih dalam atau lebih luas, dokter mungkin mengambil sampel nanah. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi jenis bakteri penyebab bisul dengan lebih akurat. Hasil pemeriksaan dapat memudahkan dokter untuk memilih jenis antibiotik dan pengobatan lain yang dibutuhkan.

Penyebab dan Faktor Risiko Bisul

Umumnya bisul disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri ini sebenarnya terdapat pada kulit, hidung, dan tenggorokan. Kemudian, bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi ketika kulit tergores atau bergesekan dengan sesuatu.

Perlu diketahui, struktur kulit manusia merupakan pertahanan eksternal terhadap zat asing yang dapat menyebabkan penyakit. Nah, jika kulit yang tergores rusak, bakteri bisa masuk ke dinding folikel rambut di belakang kulit, dan menyebabkan infeksi.

Bisul umumnya muncul di area kulit tempat rambut tumbuh, di mana area tersebut lebih rentan terhadap keringat atau gesekan. Jadi, semua area kulit yang ditumbuhi rambut, termasuk wajah, leher belakang, ketiak, paha, dan bokong, bisa terkena bisul.

Berbicara tentang faktor risiko, sebenarnya siapa saja bisa terkena maag. Baik itu pria, wanita, tua atau muda. Namun, ada kelompok orang tertentu yang dianggap lebih rentan terkena bisul. Misalnya, orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Orang dengan sistem kekebalan yang lemah lebih sulit melawan infeksi, sehingga mereka rentan terhadap bisul. Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan melemahnya sistem kekebalan tubuh, seperti diabetes, gagal ginjal, HIV, usia tua, atau minum obat yang menekan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, beberapa penyakit yang dapat merusak lapisan pelindung kulit, seperti jerawat dan eksim, juga dapat meningkatkan risiko tukak lambung. Belum lagi risiko penularan melalui kontak antara kulit bisul dan nanah. Kamu juga perlu waspada dan hindari meminjam barang pribadi dengan orang yang sakit maag, ya.