Jenis Terapi Dalam Rehabilitasi Medik – Rehabilitasi medis umumnya melibatkan beberapa terapi sekaligus, tergantung pada kondisi dan keterbatasan yang dialami pasien. Terapi apapun akan dilakukan dengan tenaga kesehatan yang sesuai.

Jenis Terapi Dalam Rehabilitasi Medik

Rehabilitasi medik adalah serangkaian proses untuk memulihkan fungsi fisik, psikis, dan sosial seseorang. Selama rehabilitasi, Anda mengikuti serangkaian terapi yang disesuaikan dengan kebutuhan dan masalah yang dialami. Ini adalah jenis terapi yang paling umum dalam proses rehabilitasi:

  1. Fisioterapi/fisioterapi

Fisioterapi atau fisioterapi ditujukan bagi pasien yang memiliki keluhan nyeri, sulit bergerak dan tidak dapat melakukan aktivitas secara normal. Terapi ini biasanya dilakukan pada pasien stroke, pembedahan, ibu bersalin dan pasien yang menggunakan alat bantu gerak.

Sebelum memulai terapi, dokter akan menilai postur, keseimbangan, dan aspek motorik lainnya. Beberapa bentuk terapi fisik dalam rehabilitasi medik antara lain:

  • Peregangan dan gerakan khusus untuk menghilangkan rasa sakit, meningkatkan jangkauan gerak dan meningkatkan kekuatan.
  • Terapi pijat, ultrasound, atau penggunaan suhu panas dan dingin untuk meredakan nyeri otot.
  • Berlatih menggunakan alat bantu seperti tongkat, kruk, alat bantu jalan, dan kursi roda.
  • Terapi untuk mengelola rasa sakit.
  • Terapi untuk memperkuat sirkulasi darah.
  • Rehabilitasi untuk membiasakan kaki palsu.
  1. Terapi Okupasi

Ada penyakit dan kondisi tertentu yang menghalangi pasien untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti makan, berpakaian, atau menyikat gigi. Terapi okupasi bertujuan untuk membantu pasien yang membutuhkan bantuan melakukan aktivitas tersebut.

Terapi ini berfokus pada pemulihan keterampilan motorik halus, fungsi sensorik, dan kemampuan serupa yang dibutuhkan pasien untuk dapat hidup mandiri. Terapis akan membantu pasien melakukan aktivitas umum, seperti:

  • Jaga diri, mulai dari mandi hingga memakai pakaian.
  • Menulis dan menyalin catatan.
  • Untuk memegang dan mengoperasikan alat tulis, gunting, dan lainnya.
  • Lempar dan tangkap bola.
  • Menanggapi rangsangan sensorik.
  • Menyesuaikan dan menggunakan peralatan makan.

Terapis mungkin juga menyarankan beberapa perubahan di rumah untuk memudahkan Anda melakukan aktivitas sehari-hari. Anda mungkin perlu memasang pegangan ke dinding kamar mandi atau mengganti bohlam dengan lampu yang lebih terang.

Baca Juga : jual alat rehabilitasi medik

  1. Terapi Wicara

Terapi wicara dalam rehabilitasi medis dapat mengobati berbagai masalah lisan dan bahasa, termasuk berbicara lancar, bernapas, dan menelan. Masalah ini sering ditemukan pada anak-anak dengan bibir sumbing, cerebral palsy dan down syndrome.

Selain untuk anak-anak, terapi ini juga bermanfaat bagi orang dewasa yang mengalami kesulitan berbicara akibat stroke, penyakit Parkinson, multiple sclerosis, atau demensia. Tujuannya tidak lain agar pasien dapat berkomunikasi, menelan dan bernafas dengan sebaik-baiknya.

Terapi wicara dilakukan dengan berlatih berkomunikasi, berbicara dan melafalkan huruf dan kata. Terapis juga memberikan terapi makan dan menelan dengan melatih lidah, rahang, dan bibir untuk memperkuat otot-otot di sekitar mulut dan tenggorokan.

  1. Terapi Lain

Selain terapi fisik, okupasi, dan wicara, jenis terapi berikut termasuk dalam rehabilitasi medis:

  • Terapi kognitif untuk pengobatan gangguan memori, konsentrasi perhatian dan aspek serupa yang berkaitan dengan kemampuan berpikir.
  • Terapi Pharmacorehabilitation dengan memberikan obat-obatan untuk mengembalikan fungsi fisik atau psikis.
  • Terapi rekreasi untuk meningkatkan kesehatan sosial dan emosional melalui seni, bermain, latihan relaksasi dan terapi hewan.
  • Terapi okupasi untuk membangun keterampilan yang dibutuhkan pasien ketika mereka pergi ke sekolah atau bekerja.
  • Terapi seni atau musik untuk membantu pasien mengekspresikan emosi, meningkatkan pembelajaran, dan bersosialisasi.

Masa rehabilitasinya tentu panjang. Namun, seluruh proses akan membantu pasien untuk menjalani hidupnya seoptimal mungkin.